(Ilustrasi) Pembagian Raskin (dok.timlo.net/red)
Wonogiri — Wacana penggantian beras untuk warga miskin (Raskin) menjadi voucher pangan masih menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat. Namun begitu, Pemkab Wonogiri berharap mengenai sasaran penerima bantuan harus dilakukan pendataan ulang yang terinci.
“Untuk voucher pangan ini kami belum dapat pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat,” ungkap Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono,Kamis(19/5) .
Menurutnya, voucher pangan tersebut baru sebatas wacana, namun soal alternatif pengganti Raskin masih dalam tahapan koordinasi. Diakui, tahun 2015 lalu pihaknya pun ada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai evaluasi panyaluran Raskin.
Dia pun menyebut, karena dengan adanya Raskin ini muncul persoalan baru. Misalnya data penerima Raskin tidak tepat sasaran.
“Yang seharusnya dapat jatah Raskin tapi tidak menerima, dan sebagainya,” ujarnya.
Menanggapi persoalan tersebut yang kerap muncul di daerah, tidak hanya di Wonogiri, Bappenas memunculkan solusi alternatif terkait Raskin.
“Ya kemungkinan Raskin dihapus dan bisa saja diganti dengan voucher pangan itu,” katanya.
Hanya saja, jika Raskin dihapus dan digantikan dengan voucher pangan, Suwartono berharap ada pendataan yang valid dan terinci.
“Saya telah mengimbau pemerintah desa/kelurahan untuk menyiapkan data akurat warga miskin di wilayahnya. Hal itu dibutuhkan ketika ada program-program bantuan masyarakat dari pemerintah, sehingga bantuan dapat lebih tepat sasaran,” tandasnya.
via http://www.timlo.net/

0 komentar:
Posting Komentar