Selasa, 31 Mei 2016

Bukit di Kismantoro Longsor, Satu Rumah Roboh

Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo saat meninjau lokasi longsor, Senin (30/5/2016). (istimewa)WONOGIRI - Bencana alam tanah longsor terjadi di RT 001/RW 007 Gupakan, Pucung, Kismantoro, Senin (30/5/2016) pagi. Satu rumah warga rusak akibat peristiwa itu.
Menurut Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo, musibah tanah longsor menimpa rumah milik keluarga Heri, 36, warga setempat.
“Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Rumah milik korban roboh, namun tidak ada korban jiwa,” kata dia, Senin. Dia mengatakan lokasi rumah Heri berada tepat di sisi tebing setinggi sekitar 25 meter yang longsor.
Dia bersama anggota musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) langsung meninjau lokasi kejadian longsor usai peristiwa itu terjadi.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan peristiwa itu terjadi akibat hujan yang turun dengan intensitas sedang di lokasi tersebut.
“Rumah yang tertimpa material longsor rusah parah. Diperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp30 juta,” kata dia. Menurutnya saat ini telah dilakukan upaya bantuan logistik dari BPBD serta upaya pemulihan lokasi terdampak longsor.
“Upaya pemulihan dilakukan bersama TNI, Polri, para sukarelawan dan warga setempat,” kata dia.

Sabtu, 28 Mei 2016

HATI-HATI..! Polisi Bongkar Aksi Tipu Berkedok Arisan Haji


Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor (tengah), menunjukkan barang bukti tindak penipuan berkedok arisan haji saat menggelar tersangka dan barang bukti di Mapolres, Jumat (27/5/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
WONOGIRI–Sebanyak 38 warga Wonogiri menjadi korban penipuan berkedok arisan haji yang praktik di kabupaten setempat sejak 2009. Atas penipuan itu para korban mengalami kerugian hampir Rp900 juta.
Aparat Polres Wonogiri menggelar tersangka dan barang bukti di Mapolres, Jumat (27/5/2016). Tersangka adalah Didiek Suwarno Harsa Putra, 51, warga Sukomulyo RT 006/RW 006, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo. Mantan dosen salah satu sekolah tinggi swasta di Solo itu merupakan pengelola Arisan Haji Al Awun yang berkantor di Nambangan, Selogiri, Wonogiri.
Kapolres Wonogiri, AKBP Ronal Reflie Rumondor, kepada wartawan menyampaikan praktik penipuan melalui arisan haji abal-abal itu kali terbongkar atas laporan salah satu peserta arisan, Suparno, 68, warga Tandon, Selogiri, beberapa pekan lalu. Suparno mengikuti arisan sejak 2009.
Dia tergiur karena pengelola arisan menawarkan haji hanya dengan biaya Rp28 juta. Dana itu jauh lebih murah dari biaya haji pada umumnya. Seiring berjalannya waktu peserta dari Wonogiri yang mengikuti menjadi 38 orang.
Mereka diharuskan menyetor Rp400.000-an/bulan selama 70 bulan. Pengelola menghimpun dana dari para peserta hingga mencapai Rp868,4 juta. Selama arisan berlangsung pengelola sudah beberapa kali mengundi. Pemenang berdasar undian juga sudah didaftarkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri. Namun, dana arisan tidak pernah dibayarkan di Kantor Kemenag. Curiga dengan itu Suparno yang mewakili peserta arisan lainnya melapor ke Polres Wonogiri.
Setelah diselidiki Didiek menginvestasikan dana para peserta ke pihak ketiga, program talangan haji di salah satu bank, dan digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa seizin para peserta arisan. Celakanya, investasi usaha pupuk cair dan budi daya pepaya vietnam dan program talangan haji yang diikuti Didiek tak berjalan lancar.
“Warga Wonogiri banyak yang ingin sekali berhaji. Ini yang dimanfaatkan tersangka untuk menjalankan aksinya. Ini harus menjadi pelajaran, jangan mudah tergiur iming-iming. Kalau mau berhaji langsung saja melalui jalur yang ditetapkan pemerintah. Semoga peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Kapolres didampingi Kasubag Humas, AKP Gunawan, dan pejabat polisi lainnya.
Polisi menyita puluhan item barang bukti dari tersangka dan para korban berupa dokumen-dokumen. Barang bukti itu seperti bukti setoran arisan, tanda terima pembayaran, catatan peserta haji, surat pendaftaran pergi haji dari Kantor Kemanag, dan sebagainya. Atas perbuatannya Didiek dijerat dengan Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Dia terancam hukuman maksimal empat tahun penjara.
Jumlah korban diduga lebih banyak. Sebab, peserta Arisan Haji Al Awun tidak hanya warga Wonogiri. Tersangka Didiek kepada wartawan mengaku ada 19 peserta asal Solo yang mengikuti arisan yang dikelolanya.

Jumat, 27 Mei 2016

Alhamdullilah,Pemerintah Beri 2 Kapal Keruk Sedimen WGM Wonogiri..!!

Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Mujiadi (kiri) bersama Wakil Bupati Wonogiri dan Kepala BBWSBS, meresmikan penggunaan kapal ketuk di WGM, Kamis (26/5/2016). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
WONOGIRI–Mendapat tambahan dua unit kapal keruk atau dredger, pengerukan Waduk Gajah Mungkur (WGM) ditargetkan selesai pada 2017. Dua kapal keruk tersebut memiliki kapasitas 5.000 meter kubik per jam.
Dua unit kapal keruk tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mujiadi, kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Yudi Pratondo. Penyerahan dilakukan di lingkungan WGM, Kamis (26/5/2016).
Menurut Yudi, saat ini pihaknya tengah fokus pada proses pengerukan sedimen waduk, termasuk WGM. Dia mengatakan permasalahan mendasar di WGM adalah masalah sedimentasi. “Laju sedimentasi cukup tinggi. Tampungan waduk dari tahun ke tahun semakin menurun,” kata dia dalam sambutannya.
Pengerukan sedimen di WGM sudah dilakukan sejak 2014. Menurut rencana pengerukan akan menyasar sekitar 3,3 juta meter kubik sedimentasi. Sampai akhir tahun ini sudah sekitar 1,7 juta meter kubik yang telah dikeruk. “Pada 2017 diharapkan kami akan menyelesaikan total 3,3 juta meter kubik tersebut.
Selanjutnya akan dilakukan pengerukan berkala agar jumlah sedimentasi di sekitar intake secara terus berkurang.
Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Lolly Martina Martief, mengatakan kapal keruk yang diberikan sebanyak dua unit. Kapasitas maksimal salah satu kapal keruk tersebut sebesar 2.000 meter kubik per jam, sedangkan satu kapal lagi memiliki kapasitas maksimal 3.000 meter kubik per jam. “Bila dianalisis misalnya per hari beroperasi lima jam selama 25 hari, dapat mengurangi sedimentasi sekitar 2 juta meter kubik per tahun. Berdasarkan informasi, total sedimentasinya [WGM] sekitar 5 juta meter kubik,” kata dia.
Sementara itu Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Mujiadi, mengatakan kegiatan pengerukan sedimen di waduk merupakan bagian dari nawacita, yaitu ketahanan air, pangan dan energi. “Harus bisa mempertahankan waduk yang ada pada volume paling optimal. Kami juga akan keruk waduk-waduk lainnya. Wonogiri dari beberapa tahun lalu sudah diprediksi sedimentasi akan tinggi. Sehingga umur pakai akan berkurang hingga separuhnya. Kami berusaha keras agar bisa memanfaatkan seoptimal mungkin waduk di Wonogiri,” kata dia.
Dia mengatakan pemberian alat keruk untuk WGM juga didasari arahan Presiden, agar pengerukan sedimentasi WGM dapat diselesaikan 2017.

Selasa, 24 Mei 2016

Tak Perlu ke Australia, Hutan Pinus Sewu Kumboro Bikin Selfiemu Makin Cetar

Pemandangan alam disajikan di kawasan Pinus Sewu Kumboro, Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut mulai ditata untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Foto diambil Selasa (24/5/2016) (Bayu JA/JIBI/Solopos)WONOGIRI –  Hutan pinus Sewu Kumboro Wonogiri belakangan jadi buruan selfie anak muda. Suasana hutan dan pemandangan hutan pinus Wonogiri ini menjadi primadona.

 Jika hanya untuk mendapatkan selfie yang cetar, tak perlu datang ke Australia yang dikenal memiliki lokasi hutan pinus indah di dunia. Anda tak perlu mengeluarkan bujet tinggi hanya untuk menikmati pinus-pinus menjulang tinggi di Coastal Cypress Pine Forest, New South Wales Australia dan menikmati 3.800 hektare hutan pinus di Belango State ForestNew South Wales.
Alam Pinus Sewu Kumboro, terletak sekitar 500 meter dari permukiman warga, di Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut masuk kawasan hutan lindung bagian hutan (BH) Lawu Selatan.
Dari permukiman warga, lokasi tersebut dapat ditempuh dengan sepeda motor sampai perbatasan hutan. Namun setelah memasuki kawasan hutan lindung, sepeda motor tidak dapat masuk. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki, melalui jalur tanah setapak. Jalur tersebut tidak begitu terjal.
Setelah berjalan sekitar 300 meter, jajaran pohon pinus mulai berjajar di antara jalur setapak. Lebatnya pohon pinus menjadikan sinar matahari tidak banyak menembus permukaan hutan.
Sejak dua bulan terakhir, warga setempat mulai menata Alam Pinus Sewu Kumboro seluas sekitar 200 hektare. Menampilkan pemandangan alam hutan pinus, lokasi tersebut digadang-gadang menjadi lokasi wisata andalan di Jatipurno.Suasana di tengah hutan cukup sejuk dan sunyi, hanya terdengar sayup-sayup gemuruh air terjun Kali Kotak yang lokasinya tak jauh dari tempat itu. Sayang belum ada akses jalan yang memadahi untuk sampai ke air terjun itu.
Pengembangan
Untuk menambah daya tarik, ke depan direncanakan menara pandang yang dapat digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan alam dari ketinggian.
“Lokasi menara pandang nanti ada di Nongkorembel, tidak jauh dari sini. Kemudian kami juga akan mengembangkan kebun apel dan stroberi,” kata Kepala Desa Jeporo, Kiyato, Selasa (24/5/2016).
Pemandangan alam disajikan di kawasan Pinus Sewu Kumboro, Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut mulai ditata untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Foto diambil Selasa (24/5/2016) (Bayu JA/JIBI/Solopos)
Pemandangan alam disajikan di kawasan Pinus Sewu Kumboro, Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut mulai ditata untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Foto diambil Selasa (24/5/2016) (Bayu JA/JIBI/Solopos)
Di sisi lain warga sekitar tengah bergotong-royong menata infrastruktur jalan menuju lokasi Alam Pinus Sewu Kumboro. Pada Selasa pagi, puluhan warga juga terlihat melakukan kerja bakti mengecor jalan menuju lokasi objek wisata baru tersebut.
Sepanjang 238 meter jalan mulai dikeraskan menggunakan alokasi dana desa. “Tahun ini dikerjakan dengan alokasi dana desa Rp50 juta,” kata dia.
Pengembangan potensi wisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga. “Ketika wisata ingin berkembang, tentunya perlu fasilitas pendukung. Entah itu kuliner, fasilitas penginapan dan sebagainya,” kata dia.
Meski baru tahap penataan, lokasi tersebut sudah sering didatangi pengunjung. Biasanya pengunjung yang sebagian dari kalangan remaja berdatangan pada hari libur.
“Mereka hanya dikenakan uang parkir. Sebab kendaraan tidak dapat masuk dan harus ditinggal di pos masuk. Selama ini dari Karangtaruna yang berperan mengelola parkir itu,” kata salah satu warga, Kiki Susanto.

Senin, 23 Mei 2016

Bantuan Bagi 10.639 Siswa SD Di Wonogiri Belum Cair

Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (kemdiknas.go.id)
WONOGIRI–Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat untuk tahun ajaran 2015/2016 bagi 10.639 siswa sekolah dasar (SD) hingga sekarang belum cair.
Kasi Kurikulum dan Pengembangan Mutu TK dan SD Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, Agus Sugiarto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (20/5/2016), menyampaikan sasaran bantuan PIP 2015/2016 di Wonogiri tercatat ada sebanyak 55.668 siswa SD. Mereka merupakan siswa dari keluarga kurang mampu. Alokasi untuk setiap siswa kelas VI senilai Rp225.000/tahun dan kelas I-V senilai Rp450.000/tahun.
Namun, berdasar informasi dari website Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPN2K), bantuan PIP yang sebelumnya bernama bantuan siswa miskin (BSM) bagi siswa SD sama, yakni Rp225.000/semester atau Rp450.000/tahun. Sebanyak 45.029 siswa sudah menerima bantuan melalui rekening BRI. Sedangkan, bantuan PIP untuk 10.639 siswa lainnya hingga sekarang belum cair.
“Kami tidak tahu persis mengapa [hingga akhir tahun ajaran] masih ada bantuan PIP yang belum cair, karena ini program pemerintah pusat. Tapi kemungkinan besar saat ini sedang proses pencairan,” kata Agus.
Dia melanjutkan jumlah sasaran bantuan PIP di Wonogiri lebih dari separuh total siswa. Disdik mencatat siswa SD sejumlah 80.000-an siswa. Kendati demikian menurut Agus bukan berarti siswa SD di Wonogiri banyak yang miskin. Sebab, dalam perkembangannya bantuan PIP juga mengaver siswa yatim piatu.
“Bisa jadi anak yatim piatu dirawat saudaranya yang mampu,” imbuh Agus.
Jumlah sasaran bantuan PIP bagi siswa SD di Wonogiri naik lebih dari 15.000 siswa. Pada tahun ajaran sebelumnya sasarannya sebanyak 40.000-an siswa. Menurut Agus peningkatan terjadi lantaran pemerintah pusat menambah kuota sasaran di daerah-daerah. Dia mengklaim bantuan PIP yang diterima siswa tidak dipotong, karena langsung dicairkan di rekening masing-masing orang tua atau wali siswa.
Agus menjelaskan nama-nama siswa calon penerima diusulkan pihak sekolah dengan mengikuti ketentuan. Siswa yang diusulkan harus benar-benar dari keluarga kurang mampu dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pemerintah desa. Usulan dari sekolah-sekolah lalu dikirimkan ke pemerintah pusat melalui Disdik. Persetujuan pemerintah dituangkan dalam surat keputusan (SK) yang didalamnya memuat nama-nama siswa.
“Pemkab [Pemerintah Kabupaten] Wonogiri juga menyokong BSM untuk mengaver siswa yang tidak diusulkan sebagai sasaran PIP. Tahun ajaran 2015/2016 ada 1.788 siswa yang mendapat BSM. Nilainya Rp250.000/siswa/tahun. Anggaran dari APBD 2016. Bantuan akan cair setelah PPDB [penerimaan peserta didik baru],” papar Agus.
Kabid TK dan SD Disdik Wonogiri, Suwanto, menambahkan anggaran BSM tahun depan akan diusulkan naik, agar bisa mengaver siswa lebih banyak lagi.

Duh, Masih Ada 193 Desa/Kelurahan Jorok

Hasil gambar untuk desa jorokWONOGIRI–Sebanyak 193 desa/kelurahan di Wonogiri masih menyandang status jorok. Status tersebut diberikan karena di daerah-daerah tersebut masih banyak masyarakat yang buang air besar sembarangan.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Supriyo Heriyanto, mengatakan hal tersebut menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri yang telah menginjak usia ke-275 tahun. Dia mengatakan secara keseluruhan, terdapat 294 desa/kelurahan di Wonogiri.
“Sebanyak 66 persennya statusnya masih jorok,” kata dia kepada Solopos.com, Senin (23/5/2016). Dia mengatakan berdasarkan Peraturan Bupati Wonogiri No. 12/2015 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), desa/kelurahan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu desa/kelurahan bersih, desa/kelurahan cukup bersih dan desa/kelurahan jorok.
Dia mengatakan hingga saat ini belum ada desa/kelurahan di Wonogiri yang meraih status desa bersih. “Namun sudah ada dua kecamatan yang berproses menuju desa bersih, di antaranya adalah Kecamatan Puhpelem dan Wuryantoro. Kedua kecamatan tersebut wilayahnya sudah 100 persen menanggalkan status desa/kelurahan jorok. Sedangkan kecamatan yang berpotensi menyusul dua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Giritontro dan  Ngadirojo,” kata dia.
Lima Kecamatan dengan proporsi desa jorok terbanyak  adalah Kecamatan Baturetno, Jatipurno, Bulukerto, Paranggupito, dan Sidoharjo. “Sesuai maklumat PBB bahwa pemenuhan sanitasi dasar layak adalah hak asasi dan adanya target pencapaian Universal Access (UA) dan Sustainability Development Goals (SDGs) maka Pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu melakukan percepatan dalam mengeliminasi desa dengan status jorok,” kata dia.
Supriyo mengatakan hasil beberapa penelitian, kondisi sanitasi lingkungan dapat mempengaruhi status gizi seseorang terutama balita.
Camat Giritontro, Joko Waluyo, mengatakan saat ini pihaknya terus mengimbau masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Kami terus mengimbau agar masyarakat tidak membuang air besar sembarangan. Kami juga mengimbau agar dana desa yang diperoleh dapat disalurkan untuk bantuan jamban ke masyarakat,” kata dia.

Sabtu, 21 Mei 2016

Seni Reog Singo Manggolo Mudho Terus Mengukir Prestasi

foto: TarmujiWonogiri – Soal kiprahnya di pentas seni reog, tim reog asal Wonogiri ini sudah tidak diragukan lagi. Ya, tim kesenian reog Singo Manggolo Mudho SMKN 2 Wonogiri beberapa kali menjadi juara nasional.
Adegan demi adegan menggambarkan kisah kegigihan dan semangat juang tinggi, bertanding melawan musuh yakni Prabu Dadak Merak. Dibantu dengan beberapa prajurit berkuda dengan sebutan Jathil dan patih bertopeng Bujang Ganong. Selain itu ada pasukan berkostum hitam yang disebut Warok.
Setiap adegan menggambarkan peperangan, prajurit dan Warok menggunakan teknik, trik dan kekuatan. Dimana Prabu Dadak Merak bentrok dengan Prabu Klono Sewandono yang memiliki pecut sakti berjuluk Samandiman. Dalam perang hebat itu, akhirnya Prabu Dadak Merak kalah dan menjadi barisan Risang Klono Sewandono.
“Pertunjukan seni reog Singo Manggolo Mudho, dengan penggarapan dan kemasan spektakuler berbeda dengan reyogan khas Ponorogo. Baik instrumen, musiknya, dan olah tarinya betul- betul digarap dengan penuh atraktif,” tutur Kepala Sekolah SMKN 2 Wonogiri, Riyanto, Sabtu (21/5).
Tim Reog Singo Manggolo Mudho terbukti mampu membuktikan eksistensi dan prestasinya baik tingkat lokal, propinsi dan nasional. Pada tahun 2013 tim ini menyabet juara pertama piala presiden Grebeg Suro Nasional ke XX di Kabupaten Ponorogo Jatim, sekaligus juara pertama Grebeg Suro Festival Reog Nasional.
Setahun kemudian di ajang yang sama yakni Grebeg Suro Festival Reog Nasional ke XXI 2014 Kabupaten Ponorogo, tim ini membawa pulang juara kedua.
Kemudian di tahun 2015, tim ini mengukuhkan dirinya sebagai juara ketiga, di ajang Grebeg Suro Festival Reog Nasional ke XXII di Ponorogo. Selanjutnya, dalam even di Surakarta, grup ini keluar sebagai juara III grup penampil unggulan terbaik Semarak Singo Barong Nasional III dan juara III kategori remaja pembarong unggulan terbaik Semarak Singo Barong Nasional ke III di Surakarta.

WOW..Mesin Tepat Guna Karya Siswa SMKN 2 Wonogiri Dilirik Bupati

dok.timlo.net/tarmujiWonogiri — Mesin tepat guna hasil karya siswa SMKN 2 Wonogiri dilirik Pemkab Wonogiri. Bahkan Pemkab pun siap menggelontorkan dana dari APBD untuk pembuatan mesin tepat guna secara massal.
“Ketika melihat hasil karya siswa SMKN 2 ini, saya berfikir, jika karya mereka layak disandingkan dengan program pemerintah, khususnya di bidang pertanian,” ucap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Sabtu (21/5).
Dicontohkan, mesin perontok jagung dan padi  yang harganya menurut dia sangat terjangkau, terlebih oleh APBD Wonogiri. Apabila diperuntukkan petani, manfaatnya dapat menekan biaya produksi sehingga hasil panen mereka lebih bagus.
“Kalau sekolah kekurangan anggaran dalam pembuatan mesin tepat guna ini, kemungkinan kita akan bantu melalui APBD,” katanya.
Gayung pun bersambut,tawaran kerjasama dari Bupati pun ditanggapi serius. Bahkan SMKN 2 siap mendukung program pemerintah dibidang pertanian khususnya mesin tepat guna.
“Untuk pembuatan satu unit mesin perontok padi dan jagung ini membutuhkan biaya sekitar Rp 20 juta – Rp 30 juta, ya memang agak mahal, tapi soal keamanan sangat diutamakan,” ungkap Kepala SMKN 2 Wonogiri, Riyanto.
Dia mengaku, dalam pembuatan mesin tepat guna ada beberapa kendala. Yakni soal pendanaan. Biaya yang tinggi menjadi salah satu alasannya. Meski begitu dirinya pun siap menerima tawaran bupati tentang kerjasama tersebut.
“Yang jelas kami siap mendampingi program bupati. Tapi asal dalam pembuatan mesin tepat guna secara massal ini didanai Pemkab,” tandasnya.

Kamis, 19 Mei 2016

Menolak Hubungan Intim, Wanita PNS Dianiaya

tersangka 1
SELOGIRI-Diduga tidak patuh melayani kebutuhan bathin suaminya, seorang wanita pegawai negeri sipil (PNS) dianiaya.
Wanita tersebut berinisial SA (33Th) pegawai Dishubkominfo Kabupaten Wonogiri. Alamat Perum Citra Alam Indah RT 01/09 Kaliancar Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Suaminya berinisial WPS alias Tm (38Th) alamat sama dengan SA. Karena keduanya adalah suami istri. Karen tidak terima, lalu SA melaporkan kejadian itu ke polisi.
Laporan kasus itu telah diterima Polsek Selogiri dan diteruskan ke Mapolres Wonogiri. Penganiayaan itu diatur dalam Pasal 44 ayat 4 UU No. 23 tahun 2004 tentang KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga).
Saksi Sukiman (57th) PNS Dishubkominfo Kabupaten Wonogiri, alamat sama dengan pelapor. Theresia Asih Pertanegara 03/04 Kel. Ngempon, Kec. Bergas Kabupaten. Semarang.
Ceritanya, Selasa (17/5/16) sekira pukul 20.30 Wib suaminya mengajak istrinya berhubungan badan. Namun istrinya menolak. Malah asik memegangi HP.
Mendapat respon negatif dari istrinya, suaminya emosi. Spontan mengambil pisau. Lalu mendorong dan mencengkram leher korban dengan tangan kiri. Tangan kanannya memegang pisau sambil diacungkan ke arah korban.
Beruntung peristiwa itu diketahui anaknya. “Ayah ayah jangan” teriak anaknya. Sehingga tidak terjadi hal lebih parah. Istrinya kemudian pergi ke rumah tetangganya. Lalu lapor polisi.
Suaminya diamankan dan dilimpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Wonogiri.
“Dugaan sementara sudah 6 bulàn lebih istrinya tidak pernah melayani suaminya,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Ronald Rumador SIK melalui Kasubag Humas AKP Gunawan SH. (N420)

Raskin Diganti Voucher Pangan, Ini Harapan Pemkab Wonogiri


dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Pembagian Raskin (dok.timlo.net/red)
Wonogiri — Wacana penggantian beras untuk warga miskin (Raskin) menjadi voucher pangan masih menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat. Namun begitu, Pemkab Wonogiri berharap mengenai sasaran penerima bantuan harus dilakukan pendataan ulang yang terinci.
“Untuk voucher pangan ini kami belum dapat pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat,” ungkap Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono,Kamis(19/5).
Menurutnya, voucher pangan tersebut baru sebatas wacana, namun soal alternatif pengganti Raskin masih dalam tahapan koordinasi. Diakui, tahun 2015 lalu pihaknya pun ada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai evaluasi panyaluran Raskin.
Dia pun menyebut, karena dengan adanya Raskin ini  muncul persoalan baru. Misalnya data penerima Raskin tidak tepat sasaran.
“Yang seharusnya dapat jatah Raskin tapi tidak menerima, dan sebagainya,” ujarnya.
Menanggapi persoalan tersebut yang kerap muncul di daerah, tidak hanya di Wonogiri, Bappenas memunculkan solusi alternatif terkait Raskin.
“Ya kemungkinan Raskin dihapus dan bisa saja diganti dengan voucher pangan itu,” katanya.
Hanya saja, jika Raskin dihapus dan digantikan dengan voucher pangan, Suwartono berharap ada pendataan yang valid dan terinci.
“Saya  telah mengimbau pemerintah desa/kelurahan untuk menyiapkan data akurat warga miskin di wilayahnya. Hal itu dibutuhkan ketika ada program-program bantuan masyarakat dari pemerintah, sehingga bantuan dapat lebih tepat sasaran,” tandasnya.

via http://www.timlo.net/

Rabu, 18 Mei 2016

Wonogiri Mulai Digeber Program Kartu Tani

dok.timlo.net/tarmujiWonogiri — Setelah rampung di Kabupaten Batang, kini giliran Wonogiri digeber program Kartu Tani. Pendataan program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini diharapkan rampung bulan Mei ini.
“Kartu ini  berfungsi sebagai alat penebus pupuk bersubsidi bagi petani. Yang ke depannya dapat digunakan sebagai alat multifungsi,” ungkap Kepala Bakorluh Jateng Sugeng Riyanto melalui Pelaksana Teknis Kegiatan Bakorluh Jateng, Dani Harun, Selasa(18/5).
Selain mempermudah pembelian pupuk bersubsidi,dengan adanya kartu tani,jumlah petani secara riil di Wonogiri terdata dengan jelas. Dan bahkan menutup celah penyimpangan, karena setiap ada penyimpangan akan terdekteksi.Kartu ini menurutnya efektif berlaku pada 2017 mendatang.
“Karena nanti petani hanya tinggal menggesek pada alat yang sudah disiapkan di pengecer,namanya Edisi Elektronik Capture, akan muncul data kuota kebutuhan pupuk petani selama setahun. Pengadaaan kartu ini kerjasama dengan BRI,” jelasnya.
Disebutkan, petani selama sosialisasi digelar, mereka mangaku ribet dengan penggunaan kartu tani ini. Lantaran bentuk fisiknya menyerupai ATM, yang pastinya mereka harus memiliki rekening di bank.
“Padahal kartu ini fleksibel, yang tak punya rekening pun, petani bisa beli pupuk. Nanti kan dia akan dapat print outnya dari mesin itu tadi, kemudian dia bayar sesuai kebutuhan dan menambah biaya Rp 1.000, untuk biaya transfer pembayaran ke bank. Apalagi yang sudah punya saldo di bank itu, lebih mudah lagi,” terangnya.
Sedang syarat petani dapat memiliki kartu ini pun cukup mudah. Di antaranya, petani harus menjadi anggota kelompok tani, punya lahan garapan dengan menunjukkan bukti berupa surat pemberitahuan pajak terhutang(SPPT) dan KTP. Dengan kartu ini pula, pemerintah dapat mengetahui, mana petani kaya, mana petani gurem.
“Jadi kartu ini mengkaver semua lapisan petani, mulai dari petani pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan,” katanya.
Pihaknya pun mengakui jika di dalam pendataan, di Wonogiri muncul fenomena, salah satunya minimnya jumlah penyuluh PNS dibandingkan luas lahan pertanian. Yakni 98 personel PNS yang mengkaver 25 kecamatan 259 desa/ kelurahan.
“Hebatnya di Wonogiri, dalam pendataan ini memberdayakan penyuluh dari para petani,” tandasnya.
Penyuluh lapangan Kecamatan Wonogiri Kota, Bambang N mengatakan, selama sosialisasi kartu tani dilakukan, ada beberapa kendala yang terjadi, kesulitan pada saat petani dimintai KTP.
“Mereka mengaku direpotkan dengan pendataan ini, apalagi kebiasaan mereka selama ini kan, ada pupuk lalu dibayar.Jadi mereka beranggapan dengan kartu tani ini malah menyusahkan petani,” tandasnya.

Selasa, 17 Mei 2016

WOW Indahnya Puncak Extreem Gunung Besek di Kismantoro

puncak besek2

WONOGIRI- Tempat selfie terbaru yang satu ini, bisa jadi merupakan lokasi wisata paling berbahaya di  Wonogiri.  Namanya Puncak Gunung Besek, terletak di Desa Plosorejo, berbatasan denga Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.  Puncak ekstrem Gunung Besek, belakangan semakin ramai dikunjungi wisatawan,terutama kaum remaja, lantaran dianggap sebagai lokasi penuh tantangan yang harus ditakhlukkan.
puncak besek6Memang, keindahan alam bebatuan bertumpuk-tumpuk di puncak gunung berketinggian sekitar 850  MDPL  tersebut, sungguh luar biasa.  Disamping udaranya sejuk segar, suasana di Puncak Gunung Besek serasa begitu dekat dengan gumpalan awan.  Tidak mengherankan jika akhir-akhir ini, semakin banyak remaja yang rela menapak bebatuan di bibir jurang berkedalaman lima puluhan meter itu, hanya untuk berekspresi lewat foto selfie.
puncak besekBukan hanya wisatawan lokal. fenomena narsis demam selfie di Puncak Gunung Besek, juga melanda remaja dari luar wilayah Wonogiri.  Sayangnya, antusiasme para remaja mengejar sensasi lewat foto selfie, seringkali tak mempedulikan resiko bahaya.  meski sebagian remaja mengaku takut saat menuju lokasi, mereka memaksakan diri untuk bisa sampai di puncak gunung tersebut.
“Kalau perjalannya lumayan menakutkan mas, tetapi begitu sampai diatas sangat puas dan seperti enggan turun lagi,” ungkap Vira dan Febriana, Mahasiswi asal Solo yang sedang berkunjung ke Puncak Gunung Besek bersama kawan-kawannya.
“Kalau saya kuat, karena sudah terbiasa ke sini mas,” timpal Godo Prakosa, remaja pria asal Purwantoro.
puncak besek4Lokasi wisata Puncak Gunung Besek, sangat mudah dijangkau wisatawan. Tempat penitipan kendaraan di rumah warga desa-pun sangat dekat dengan lokasi.  Dari jantung kota Wonogiri, arah menuju lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, selama kurang lebih dua jam perjalanan. Tetapi mendekati kawasan puncak, para pengendara harus ekstra hati-hati, karena infrastruktur jalan kawasan desa dan hutan menuju lokasi tersebut, masih belum begitu memadai.  Setelah berjalan mendaki tak lebih dari sepuluh menit, pengunjung akan sampai di puncak bebatuan gunung besek, dengan pemandangan yang indah luar biasa.
puncak besek5Memang, semilir angin dan panorama indah di Puncak Gunung Besek, punya daya tarik luar biasa bagi siapa saja untuk mengunjunginya. Tidak heran jika di lokasi wisata yang baru ditemukan tersebut, sekarang ramai dikunjungi iwatawan dari luar Wonogiri, hanya untuk berekspresi lewat foto selfie.
“Setiap hari ada lima puluh hingga enampuluh orang berkunjung ke lokasi ini,” ujar Sariyo, warga Desa yang biasa ditempati parkir kendaraan.
Tetapi dengan peningkatan jumlah pengunjung, wisatawan harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Terlebih jika akan berfoto selfie. Karena lokasi tersebut, terhitung  sangat berbahaya terutama bagi pengunjung yang takut akan ketinggian.

Senin, 16 Mei 2016

Ditawari Tumpangan, Gadis 15 Tahun Dicabuli dan Dicampakkan di Hutan

Ilustrasi pencabulan

WONOGIRI — Polisi kembali menerima laporan kasus pencabulan. Warga Ponorogo, SB, 20, dilaporkan karena diduga mencabuli gadis usia 15 tahun asal Kismantoro berinisial W.
Tindakan pencabulan yang dilakukan SB terhadap W telah terjadi Senin (2/5/2015) lalu. Namun kasus itu baru dilaporkan pada Jumat (13/5/2016). Peristiwa pencabulan bermula ketika W pergi ke rumah saudaranya yang terletak di Dusun Dayakan Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur.
Sore harinya, sekitar pukul 16.00 WIB, korban bermaksud pulang ke rumahnya di Kismantoro. Saat korban menunggu tukang ojek kenalannya yang tak kunjung datang, pelaku datang dan menawarkan diri untuk mengantar.
Namun di tengah perjalanan di jalur penghubung Badegan-Kismantoro, pelaku mencabuli korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku meninggalkan korban begitu saja di tengah hutan.
Setelah menerima laporan keluarga korban, polisi pun langsung menindaklanjuti dan berhasil mengamankan pelaku. “Pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih kami periksa,” kata Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean, Sabtu (14/5/2016).
Windro mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus muncul di Wonogiri. “Saya sangat miris. Kasus pencabulan, kekerasan anak dan perempuan, selalu saja masuk,” kata dia.
Windro pun berharap adanya langkah kongkret dari pemerintah kabupaten untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
“Kami sudah lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Spanduk sosialisasi juga sudah kami pasang. Tapi persoalan ini bukan urusan polisi semata. Semua pihak harus bertanggung jawab. Saya juga berharap ketika penanganan kasus tersebut telah sampai ke pengadilan, pelaku harus mendapat hukuman yang seberat-beratnya,” kata dia.
Sebelumnya Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, juga meminta kepada semua pihak untuk turut serta dalam melakukan pengawasan di masing-masing lingkungannya.

“Semua harus ikut mengawasi ketika ada gejala-gejala sosial yang menyimpang. Budaya kekeluargaan dan gotong-royong harus dihidupkan lagi. Dia mengatakan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Wonogiri masih cukup memprihatinkan.

Sabtu, 14 Mei 2016

Renyahnya Bonggol Pisang dari Purwantoro

Ketua Kelompok Wanita Tani Mandiri, Darsini (kanan), menunjukkan keripik bonggol pisang dan minuman sinom, Jumat (13/5/2016). Produk tersebut menjadi salah satu yang dipamerkan dalam pameran produk unggulan Kabupaten Wonogiri. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
WONOGIRI - Tanaman pisang telah terbukti memiliki manfaat yang banyak bagi manusia. Semua bagian pohon tersebut dapat diambil manfaatnya. Daun pisang biasa dimanfaatkan untuk membungkus makanan. Buah pisang merupakan buah konsumsi yang dipercaya memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh manusia.
Pelepah batang pisang juga bermanfaat untuk tali dan kerajinan tangan. Bahkan di tangan ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani Mandiri, Tapel, Gondang, Purwantoro, pangkal batang pisang, atau yang biasa disebut bonggol, dapat diolah menjadi makanan ringan yang renyah.
“Semua bahannya alami tidak ada bahan pengawet,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani Mandiri, Darsini, saat ditemui Espos di stan pameran produk unggulan yang digelar Pemkab Wonogiri, di gedung olahraga (GOR) Giri Mandala, Jumat (13/5/2016).
Hanya dengan campuran terigu, tepung kanji dan garam, bongkahan bonggol pisang yang telah diiris tipis, disulap menjadi keripik bonggol pisang. Menurutnya makanan olahan tersebut masih belum banyak dikembangkan di lokasi lain. Di Wonogiri, baru di Tapel, Gondang, Purwantoro saja yang mengembangkan sejak 2014 lalu. Itupun belum dapat diproduksi besar-besaran.
“Bahan bakunya tidak banyak ditemukan di Purwantoro. Bukan sembarang bonggol pisang, harus bonggol pisang jenis kepok saja yang bisa digunakan. Kalau yang lain ada yang sepet ada yang pahit,” kata dia.
Untuk sementara, keripik bonggol pisang baru diproduksi saat ada pameran atau kalau ada pesanan.
Meski berbahan baku bonggol, namun keripik bonggol pisang memiliki rasa yang gurih sedikit manis. Dia berharap produksi keripik bonggol pisang dapat berjalan lancar sehingga mampu menjadi makanan khas Purwantoro dan dapat dikenal masyarakat luas.
“Di Yogyakarta juga ada, tapi di sini berbeda. Warnanya lebih terang tapi tetap renyah,” kata dia.
Menikmati keripik bonggol pisang menjadi lebih lengkap ketika disajikan bersama minuman segar berbahan rempah-rempah yang juga baru diproduksi di Purwantoro, Sinom. Sinom dibuat dengan bahan-bahan alami seperti kapulaga, kunyit, asam jawa, kayu manis, kayu secang dan gula pasir.
“Untuk sinom, juga baru kami produksi 2014 lalu. Semua bahan dari Purwantoro, kecuali kapulaga dan kayu manis,” ungkap pembuat sinom yang juga anggota Kelompok Wanita Tani Mandiri, Kuntari.
Ada 53 stan dalam pameran produk unggulan Kabupaten Wonogiri 2016. Pameran tersebut melibatkan perwakilan masing-masing kecamatan, SKPD dan swasta. Pameran akan digelar hingga 17 Mei nanti. Mewakili Bupati Wonogiri, Sekda Wonogiri, Suharno, mengatakan kegiatan pameran diharapkan dapat mendorong pertumbuhan potensi daerah.
“Melalui pameran dapat menjadi ajang promosi bagi produk unggulan yang ada di Wonogiri,” kata dia.

Kamis, 12 Mei 2016

Ditinggal Mati Istri, Karjo Bunuh Diri

dok.merdeka.com

Wonogiri — Karjo (75) warga Dusun Dayakan RT 1/RW 7 Desa Joho Kecamatan Pracimantoro gantung diri, Kamis (12/5). Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga mengalami depresi setelah ditinggal mati istrinya.
“Saat ditemukan, tubuh Karjo sudah kaku tergantung pada kusen pintu dapur rumahnya,” ungkap Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Gunawan mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean.
Pertama kali jasad korban ditemukan anak kandungnya Tarni (40) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat kejadian, Tarni tidak berada di rumah, dirinya tengah bertandang ke rumah tetangganya Ngatman (56) yang jaraknya cukup jauh.
Lantaran gelap, Tarni mengajak Parsi (30) untuk mengantarnya sampai rumah. Tanpa pikir panjang, sesampainya dirumah, Tarni langsung masuk ke dalam rumah. Namun, saat itu korban tidak berada di rumah utama. Tarni lantas mencari ke dapur.
“Dia menjerit histeris, karena melihat ayahnya sudah kaku menjadi mayat tergantung pada kusen pintu dapur,” katanya.
Beberapa saat kemudian, warga berdatangan ke rumah korban. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Mapolsek Pracimantoro. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, diketahui jika korban mengalami depresi. Sementara dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan bekas penganiayaan.
“Sejak istrinya meninggal tiga tahun lalu, korban mengalami depresi,” tandasnya.

WONOGIRI Masuk 5 Kab/Kota Se-Jateng Yang Mempunyai Potensi Bagus Di Bidang Sepakbola


Berikut  Kab/Kota Se-Jateng Yang Mempunyai Potensi Bagus Di Bidang Sepakbola :

1. Solo
Kota Solo Memang Mempunyai keunggulan dibidang sepakbola, punya Klub PERSIS SOLO yaitu salah satu klub tua di Indonesia yg bermarkas di STD.MANAHAN

2. Semarang
Ibu kota Jateng ini salah satu klub Jateng yang juga pernah merasakan kasta tertinggi Yaitu PSIS SEMARANG

3. Jepara
Kota kelahiran R.A kartini tersebut juga punya klub Tua yaitu PERSIJAP JEPARA

4. Wonogiri
Kota Gaplek Tersebut Punya PERSIWI WONOGIRI Wlau Sepakbola Tanpa Prestasi,tapi Sangat berpotensi bagi sepakbola jateng selanjutnya.

5. Pekalongan
Punya Tim kebanggan yaitu PSIP Pekalongan , Namun pekalongan mulai bangkit di industri sepakbola.


Kawanan Maling Kayu Tertangkap

PicsArt_05-12-01.09.44KISMANTORO-Tiga orang pelaku pencurian kayu ditangkap anggota Reskrim Polsek Kismantoro dan Satreskrim Polres Wonogiri. Seorang tersangka lain melarikan diri dan dinyatakan buron.
Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, SIK menyebutkan ketiga pelaku kasus ilegal logging terdiri atas Parji (51) dan Sularto (26), keduanya warga Dusun Manglu RT 01/RW 04, Desa Gedawung Kismantoro Wonogiri, serta Untung (44) penduduk Dusun Tinasat RT 03/RW 07 Desa Gesing Kecamatan Kismantoro Wonogiri.
“Ketiganya kita jerat pasal 83 ayat 1 huruf a dan b dan atau pasal 87 ayat 1 huruf a, b dan c Undang-Undang (UU) Nomor: 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” kata Kapolres.
Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Gunawan, SH Senin (9/5), menambahkan, dari pemeriksaan sementara, tersangka Parji berperan sebagai pembeli kayu hutan curian dan pengangkutan. Tersangka Sularto sebagai pengangkut kayu tersebut dari lokasi sekitar hutan, menuju ke rumah tersangka Parji. Tersangka Untung sebagai makelar jual beli kayu hutan curian tersebut.
Kasus ini, terungkap setelah polisi menerima laporan dari Sularto (52) pegawai Perhutani wilayah Kesatuan Resort Pemangkuan Hutan (KRPH). Adanya temuan transaksi jual beli kayu curian hasil hutan para tersangka.
Kayu yang dicuri sonokeling hasil hutan di Petak 69 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tinasat Kismantoro Wonogiri.
Hasil lidik polisi menangkap tiga orang tersangka, menyita 36 kayu glondongan. Ketiga tersangka membantah melakukan pencurian kayu hutan. Parji menyatakan kayu tersebut dia beli.
Dalam sepekan sudah 3 kali membeli kayu sono keling, dari Dedi Sukarno (35) warga Dusun Bonggi RT 03/RW 06, Desa Gambiranom Kismantoro. Pertama 7 batang Ke dua 12 batang. Ketiga Jumat (6/5) 17 batang. Total berjumlah 36 batang. (iwhum-B5)