Kamis, 08 Desember 2016

Kabar Jateng: MUI Ajak Salat Gaib untuk Korban Gempa Aceh

Kabar Jateng: MUI Ajak Salat Gaib untuk Korban Gempa Aceh

Kabar Jateng: MUI Ajak Salat Gaib untuk Korban Gempa Aceh


Kabar Jateng- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang mengimbau kepada semua pengurus Takmir Masjid yg ada di wilayah Kota Semarang, untuk melaksanakan salat gaib dan berdoa untuk warga Aceh yang terkena gempa. Jumat menjadi hari mulia untuk mendoakan para korban gempa yang meninggal khusnul khatimah dan yang masih hidup tabah menghadapi musibah.
“Umat Islam di Semarang turut merasakan duka mendalam atas gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Biereuen Aceh” tegas Ketua Umum MUI Kota Semarang, Erfan Soebahar, Jumat (9/12).
Dia menambahkan, sesama rakyat Indonesia hendaknya dapat saling menolong dan turut meringankan beban para korban gempa. Selain salat gaib, MUI berharap semua umat Islam kompak untuk menyumbang harta bendanya untuk korban Aceh.
“Ada baiknya Jumat ini semua umat Islam kita gerakkan untuk berinfaq secara khusus bagi korban gempa. Semoga ini dapat kita laksanakan bersama dan amal baik kita maqbul dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah,” pungkasnya. (ade)

Selasa, 06 Desember 2016

Suami Anggota DPR RI Meninggal Dunia


Wonogiri- Suami Anggota DPR RI Meninggal Dunia meninggal dunia, Selasa (6/12) di RSUD dr Soediran Mangun Soemarso.
Baca Juga: Banjir merendam Wonogiri
Suami anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Hj. Endang Maria Astuti SAg SH. MH ini tutup usia sekira pukul 02.00 WIB.
Penyebab kematian karena sakit mendadak. Sebelumnya dalam keadaan sehat walafiat. Agus Mulyadi dilarikan ke rumah sakti pada Senin malam.
Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Jl Cempaka 6 Pokoh Wonoboyo Wonogiri. Rencana dimakamkan di Sari Loyo Pokoh Wonogiri.
Beliau meninggalkan seorang istri Endang Maria, yang tidak lain adalah anggota DPRRI wakil dari Dapil Jateng 4, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen. Dan dua orang anak.
Baca Juga: Banjir Merendam Wonogiri
Saat ini posisi Endang Maria sedang berada di Swedia dalam rangka tugas kerja mewakili Fraksi Partai Golkar. Endang berangkat sejak Sabtu pekan lalu. Dikabarkan wakil rakyat berlatar belakang aktifis LSM ini akan kembali pada Rabu (7/12). Informasi ini diperoleh dari sekretarisnya Dwi Haryanto dan stafnya, Wahyu. (baguss)

Sumber: Info wonogiri

KABAR WONOGIRI: BANJIR MERENDAM KECAMATAN PRACIMANTORO

BANJIR MERENDAM KECAMATAN PRACIMANTORO 

KABAR WONOGIRI


Wonogiri- Hujan deras sore tadi mengakibatkan bendungan di Kec.pracimantoro jebol akibatnya banjir pun tak terelakan.
Daerah tersebut Dusun Tubukarto, Desa Tubukarto Kecamatan Pracimantoro.
.
Bendungan bernama beton itu menampung kolam ikan juga dan ahirnya hanyut terbawa banjir.
Akses jalanpun terputus.
.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian karena rumah-rumah dan daerah di Tubukarto cukup lumayan.
Berikut Fotonya:
Akses jalan terputus

Bendungan Bethon Jebol

Kerusakan bendungan

Rumah Warga Terendam

Jangan lupa di SHARE agar bermanfaat!

Selasa, 07 Juni 2016

Polisi Bekuk Sindikat Internasional Pencairan Uang Western Union

Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor (tengah) memberi keterangan kepada wartawan saat gelar tersangka dan barang bukti kejahatan pemalsuan surat di Mapolres, Selasa (7/6/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)WONOGIRI–Menjelang dan saat Ramadan seperti sekarang ini banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) mengirim uang untuk keluarga di kampung halaman. Uang itu sedianya untuk keperluan memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran. Agar transfer bisa cepat sampai ke tujuan mereka memanfaatkan layanan pengiriman dana. Salah satunya Western Union (WU) yang bekerja sama dengan Kantor Pos.
Tapi, ada saja orang yang melihat hal itu sebagai peluang untuk bertindak kejahatan. Mereka mengambil uang yang ditransfer TKI sebelum diambil si calon penerima sebenarnya. Cara-cara licik, seperti memalsukan KTP calon penerima sebenarnya pun dilakukan. Kejahatan ini terjadi di Wonogiri.
Pada 31 Mei lalu aparat Polres Wonogiri menangkap enam orang pelaku kejahatan tersebut. Mereka diduga anggota sindikat besar yang sudah beraksi sejak beberapa tahun terakhir. Tak tanggung-tanggung, aksi diduga kuat melibatkan sindikat internasional yang berada di negara tujuan para TKI, seperti Arab Saudi. Aksi mereka terbongkar setelah dua pelaku gagal mengambil dana yang ditransfer tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi melalui WU di Kantor Pos Wonogiri.
Para tersangka bersama barang bukti digelar di Mapolres Wonogiri, Selasa (7/6/2016). Para tersangka terdiri atas Heru Triono, 34, warga Megamendung RT 002/RW 006, Kelurahan Megamendung, Kecamata Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Adi Nugroho, 22, warga Babakan RT 002/RW 003, Kelurahan Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Tersangka lainnya Hana Sabidin, 31, warga Mura Bahari RT 013/RW 012, Kelurahan Tanjungpriuk, Kecamatan Tanjungpriok, Jakarta Utara; Deuse Fharaya, 19, warga Dekeng RT 001/RW 009, Kelurahan Genteng, Kecamatan Kota Bogor Selatan, Kota Bogor. Dua orang lainnya yakni Anap Miptahudin, 42, warga Babakan RT 005/RW 005, Kelurahan Talikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor dan Anna Rahmawati, 32, warga Sima Galih RT 004/RW 002, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor, menyampaikan kali pertama polisi menangkap Anap dan Adi di Kantor Pos Wonogiri yang kala itu berupaya mencairkan dana transfer dari TKW di Arab Saudi. Sedianya uang itu untuk keluarga pengirim di Wonogiri. Pelaku mencairkan uang itu berbekal KTP palsu berfoto wajah Anap dengan alamat Wonogiri sesuai identitas calon penerima sebenarnya dan money transfer control number (MTCN) atau nomor PIN.
Petugas merasa ada yang tidak beres lantaran jawaban Anap saat ditanya petugas kantor pos di mana dilahirkan dan kapan dilahirkan tidak meyakinkan. Terlebih, saat ditanya menggunakan bahasa Jawa, pelaku mengaku tidak bisa berbahasa Jawa. Curiga dengan hal itu lalu petugas diam-diam ke melapor kepada atasan dan polisi. Tak berselang lama polisi datang dan langsung membekuk keduanya.
“Setelah didalami ternyata ada empat rekan mereka lainnya yang melarikan diri menggunakan mobil minibus. Petugas lalu mengejar hingga akhirnya bisa menangkap keempatnya di Eromoko,” ucap Kapolres didampingi para pejabat polisi lainnya.
Menurut pengakuan para tersangka, lanjut dia, mereka sudah beraksi sebanyak 31 kali selama tiga bulan terakhir. Sebelum tertangkap mereka beraksi di Manyaran dan Pracimantoro, Wonogiri dan berhasil mengambil uang Rp40 juta. Selain itu mereka juga beraksi di Klaten. Menurut Kapolres para tersangka merupakan anggota sindikat besar yang melibatkan orang di negara-negara tempat TKI bekerja.
Diduga orang-orang tersebut berperan sebagai kurir atau calo yang dikenal pengirim uang. Dengan cara tertentu pelaku di negara itu bisa mendapatkan MTCN dan identitas calon penerima uang. Selanjutnya pelaku menginformasikannya kepada sindikat di Indonesia. Kemungkinan lain ada keterlibatan pegawai layanan transfer.
“Kami belum bisa pastikan siapa pengirim nomor PIN [MTCN] dan identitas calon penerima uang. Kami akan mendalami lagi,” kata Kapolres.
Salah satu tersangka, Heru, mengaku tidak banyak tahu ihwal kejahatan kelompoknya. Dia mengaku hanya dimintai tolong seorang warga Bogor berinisial Jn untuk mengantar lima tersangka lainnya ke Klaten dan Wonogiri.
Kepala Kantor Pos Wonogiri, Da’wah Iqbal Kurniadhy, menduga para pelaku merupakan anggota sindikat internasional. Mereka terorganisasi dan menggunakan modus tertentu sehingga bisa mendapatkan identitas calon penerima dan MTCN yang sejatinya hanya diketahui pengirim dan calon penerima. MTCN dan identitas calon penerima itu lah kunci untuk mengambil uang yang ditransfer pengirim melalui WU.
“Calon penerima bisa mengambil uang, pertama kali harus mengisi formulir yang berisi identitas dirinya dan pengirim, alamat dia, dan jumlah dana yang akan diterima. Setelah itu calon penerima menyerahkan MTCN, KTP asli, dan foto kopi KTP. Orang yang mengetahui MTCN dan identitas calon penerima adalah pengirim. Calon penerima mengetahui MTCN bisa atas pemberitahuan pengirim melalui berbagai alat komunikasi. Data-data yang diserahkan calon penerima harus sama dengan data yang telah tersimpan di sistem,” ulas lelaki yang biasa disapa Iqbal itu.
Dia tidak mau berspekulasi mengapa sampai akhirnya MTCN dan identitas calon penerima diketahui orang lain selain pengirim dan calon penerima. Dia bersyukur akhirnya polisi bisa menangkap para pelaku. Menurut Iqbal kejahatan para pelaku kejahatan besar. Informasi yang didapatnya dari kantor pos pusat, kejahatan serupa pernah terjadi di Padang dan Gunung Kidul, DIY. Namun, para pelaku selalu bisa melarikan diri. Hingga akhirnya kantor pos pusat menyebarkan belasan foto orang yang diduga kuat sebagai anggota sindikat kejahatan pengambil uang transferan ke kantor pos daerah-daerah, sejak beberapa tahun terakhir.
“Petugas kami untungnya jeli. Sebelum memproses pencairan uang, petugas menanyakan dulu seluk beluk lelaki yang akan mengambil uang. Saat itu pula petugas teringat dengan foto-foto yang dikirimkan kantor pusat. Saat dicek, wajah orang yang mau mengambil uang sama dengan foto yang beredar. Lalu petugas melapor kepada saya lalu kami melapor ke polisi,” kata Iqbal.

Jumat, 03 Juni 2016

Waspada..! Ini 6 Wilayah Rawan Bencana Di Wonogiri

Ilustrasi angin kencangWONOGIRI–Enam kecamatan di Wonogiri masuk daerah rawan bencana. Jenis bencana yang rawan terjadi adalah tanah longsor, angin ribut, banjar dan kebakaran.
Keenam kecamatan tersebut adalah Jatiroto, Manyaran, Tirtomoyo, Selogiri, Kismantoro dan Karangtengah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan semua wilayah di Wonogiri memungkinkan terjadi bencana. Baik tanah longsor, angin ribut maupun kebakaran.
“Hanya berdasarkan hasil rencana kontinjensi (rekon) untuk menghadapi ancaman bencana, wilayah-wilayah tersebut dinilai paling rawan,” kata dia, Kamis (2/6/2016). Dari tahun ke tahun, di wilayah tersebut sering muncul kejadian bencana alam.
Di sisi lain dia mengatakan selama 2016 dari Januari hingga Mei, telah terjadi bencana tanah longsor sebanyak 49 kejadian. Kejadian terbanyak terjadi di Kismantoro sebanyak 12 kejadian. Wilayah lain yang juga terjadi bencana tanah longsor adalah Wonogiri, Girimarto, Jatisrono, Slogohimo, Purwantoro, Bulukerto, Puhpelem, Tirtomoyo, Karangtengah, Batuwarno, Giriwoyo, Eromoko dan Manyaran. Musibah banjir terjadi sebanyak enam kejadian.
Lokasinya berada di Jatisrono, Kismantoro, Baturetno, Giriwoyo dan Wuryantoro. Musibah angin ribut terjadi sebanyak 33 kejadian. Bencana itu terjadi hampir di semua kecamatan, kecuali Selogiri, Jatipurno, Slogohimo, Bulukerto, Puhpelem, Tirtomoyo, Karangtengah, Giritontro dan Paranggupito. Sedangkan kebakaran terjadi sebanyak tujuh kejadian. Musibah tersebut terjadi di Wonogiri, Slogohimo, Tirtomoyo, Pracimantoro, dan Eromoko.
Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp3 miliar. Kerugian yang ditimbulkan dari tanah longsor senilai Rp2.593.000.000. Musibah banjir menimbulkan kerugian senilai Rp148.400.000. Musibah angin ribut menimbulkan kerugian senilai Rp378.500.000. Sedangkan musibah kebakaran menimbulkan kerugian sebanyak Rp280.000.000.
“Banyak rumah warga yang terdampak musibah tanah longsor dan angin ribut, sehingga banyak yang rusak,” kata dia tanpa memperinci jumlah rumah warga dan bangunan lain yang terdampak bencana.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, melalui Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteaan Rakyat Sekretariat Daerah Wonogiri, Bambang Haryadi, mengatakan bencana tidak bisa diprediksi. Namun sebagai salah satu upaya antisipasi dibutuhkan langkah konkret yaitu mengupayakan pengurangan risiko dampak bencana.
“Salah satu caranya melalui peningkatan kemampuan SDM dalam penanggulangan bencana. Menurut indeks rasio bencana Indonesia yang dikeluarkan BNPB tahun 2013, Wonogiri mendapat skor 146 dengan klasifikasi tinggi. Ini mendorong Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk berupaya melindungi warga agar terhindar dari risiko yang timbul. Namun perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat,” kata dia
via solopos.com

Selasa, 31 Mei 2016

Bukit di Kismantoro Longsor, Satu Rumah Roboh

Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo saat meninjau lokasi longsor, Senin (30/5/2016). (istimewa)WONOGIRI - Bencana alam tanah longsor terjadi di RT 001/RW 007 Gupakan, Pucung, Kismantoro, Senin (30/5/2016) pagi. Satu rumah warga rusak akibat peristiwa itu.
Menurut Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo, musibah tanah longsor menimpa rumah milik keluarga Heri, 36, warga setempat.
“Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Rumah milik korban roboh, namun tidak ada korban jiwa,” kata dia, Senin. Dia mengatakan lokasi rumah Heri berada tepat di sisi tebing setinggi sekitar 25 meter yang longsor.
Dia bersama anggota musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) langsung meninjau lokasi kejadian longsor usai peristiwa itu terjadi.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan peristiwa itu terjadi akibat hujan yang turun dengan intensitas sedang di lokasi tersebut.
“Rumah yang tertimpa material longsor rusah parah. Diperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp30 juta,” kata dia. Menurutnya saat ini telah dilakukan upaya bantuan logistik dari BPBD serta upaya pemulihan lokasi terdampak longsor.
“Upaya pemulihan dilakukan bersama TNI, Polri, para sukarelawan dan warga setempat,” kata dia.

Sabtu, 28 Mei 2016

HATI-HATI..! Polisi Bongkar Aksi Tipu Berkedok Arisan Haji


Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor (tengah), menunjukkan barang bukti tindak penipuan berkedok arisan haji saat menggelar tersangka dan barang bukti di Mapolres, Jumat (27/5/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
WONOGIRI–Sebanyak 38 warga Wonogiri menjadi korban penipuan berkedok arisan haji yang praktik di kabupaten setempat sejak 2009. Atas penipuan itu para korban mengalami kerugian hampir Rp900 juta.
Aparat Polres Wonogiri menggelar tersangka dan barang bukti di Mapolres, Jumat (27/5/2016). Tersangka adalah Didiek Suwarno Harsa Putra, 51, warga Sukomulyo RT 006/RW 006, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo. Mantan dosen salah satu sekolah tinggi swasta di Solo itu merupakan pengelola Arisan Haji Al Awun yang berkantor di Nambangan, Selogiri, Wonogiri.
Kapolres Wonogiri, AKBP Ronal Reflie Rumondor, kepada wartawan menyampaikan praktik penipuan melalui arisan haji abal-abal itu kali terbongkar atas laporan salah satu peserta arisan, Suparno, 68, warga Tandon, Selogiri, beberapa pekan lalu. Suparno mengikuti arisan sejak 2009.
Dia tergiur karena pengelola arisan menawarkan haji hanya dengan biaya Rp28 juta. Dana itu jauh lebih murah dari biaya haji pada umumnya. Seiring berjalannya waktu peserta dari Wonogiri yang mengikuti menjadi 38 orang.
Mereka diharuskan menyetor Rp400.000-an/bulan selama 70 bulan. Pengelola menghimpun dana dari para peserta hingga mencapai Rp868,4 juta. Selama arisan berlangsung pengelola sudah beberapa kali mengundi. Pemenang berdasar undian juga sudah didaftarkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri. Namun, dana arisan tidak pernah dibayarkan di Kantor Kemenag. Curiga dengan itu Suparno yang mewakili peserta arisan lainnya melapor ke Polres Wonogiri.
Setelah diselidiki Didiek menginvestasikan dana para peserta ke pihak ketiga, program talangan haji di salah satu bank, dan digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa seizin para peserta arisan. Celakanya, investasi usaha pupuk cair dan budi daya pepaya vietnam dan program talangan haji yang diikuti Didiek tak berjalan lancar.
“Warga Wonogiri banyak yang ingin sekali berhaji. Ini yang dimanfaatkan tersangka untuk menjalankan aksinya. Ini harus menjadi pelajaran, jangan mudah tergiur iming-iming. Kalau mau berhaji langsung saja melalui jalur yang ditetapkan pemerintah. Semoga peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Kapolres didampingi Kasubag Humas, AKP Gunawan, dan pejabat polisi lainnya.
Polisi menyita puluhan item barang bukti dari tersangka dan para korban berupa dokumen-dokumen. Barang bukti itu seperti bukti setoran arisan, tanda terima pembayaran, catatan peserta haji, surat pendaftaran pergi haji dari Kantor Kemanag, dan sebagainya. Atas perbuatannya Didiek dijerat dengan Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Dia terancam hukuman maksimal empat tahun penjara.
Jumlah korban diduga lebih banyak. Sebab, peserta Arisan Haji Al Awun tidak hanya warga Wonogiri. Tersangka Didiek kepada wartawan mengaku ada 19 peserta asal Solo yang mengikuti arisan yang dikelolanya.

Jumat, 27 Mei 2016

Alhamdullilah,Pemerintah Beri 2 Kapal Keruk Sedimen WGM Wonogiri..!!

Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Mujiadi (kiri) bersama Wakil Bupati Wonogiri dan Kepala BBWSBS, meresmikan penggunaan kapal ketuk di WGM, Kamis (26/5/2016). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
WONOGIRI–Mendapat tambahan dua unit kapal keruk atau dredger, pengerukan Waduk Gajah Mungkur (WGM) ditargetkan selesai pada 2017. Dua kapal keruk tersebut memiliki kapasitas 5.000 meter kubik per jam.
Dua unit kapal keruk tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mujiadi, kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Yudi Pratondo. Penyerahan dilakukan di lingkungan WGM, Kamis (26/5/2016).
Menurut Yudi, saat ini pihaknya tengah fokus pada proses pengerukan sedimen waduk, termasuk WGM. Dia mengatakan permasalahan mendasar di WGM adalah masalah sedimentasi. “Laju sedimentasi cukup tinggi. Tampungan waduk dari tahun ke tahun semakin menurun,” kata dia dalam sambutannya.
Pengerukan sedimen di WGM sudah dilakukan sejak 2014. Menurut rencana pengerukan akan menyasar sekitar 3,3 juta meter kubik sedimentasi. Sampai akhir tahun ini sudah sekitar 1,7 juta meter kubik yang telah dikeruk. “Pada 2017 diharapkan kami akan menyelesaikan total 3,3 juta meter kubik tersebut.
Selanjutnya akan dilakukan pengerukan berkala agar jumlah sedimentasi di sekitar intake secara terus berkurang.
Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Lolly Martina Martief, mengatakan kapal keruk yang diberikan sebanyak dua unit. Kapasitas maksimal salah satu kapal keruk tersebut sebesar 2.000 meter kubik per jam, sedangkan satu kapal lagi memiliki kapasitas maksimal 3.000 meter kubik per jam. “Bila dianalisis misalnya per hari beroperasi lima jam selama 25 hari, dapat mengurangi sedimentasi sekitar 2 juta meter kubik per tahun. Berdasarkan informasi, total sedimentasinya [WGM] sekitar 5 juta meter kubik,” kata dia.
Sementara itu Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Mujiadi, mengatakan kegiatan pengerukan sedimen di waduk merupakan bagian dari nawacita, yaitu ketahanan air, pangan dan energi. “Harus bisa mempertahankan waduk yang ada pada volume paling optimal. Kami juga akan keruk waduk-waduk lainnya. Wonogiri dari beberapa tahun lalu sudah diprediksi sedimentasi akan tinggi. Sehingga umur pakai akan berkurang hingga separuhnya. Kami berusaha keras agar bisa memanfaatkan seoptimal mungkin waduk di Wonogiri,” kata dia.
Dia mengatakan pemberian alat keruk untuk WGM juga didasari arahan Presiden, agar pengerukan sedimentasi WGM dapat diselesaikan 2017.

Selasa, 24 Mei 2016

Tak Perlu ke Australia, Hutan Pinus Sewu Kumboro Bikin Selfiemu Makin Cetar

Pemandangan alam disajikan di kawasan Pinus Sewu Kumboro, Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut mulai ditata untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Foto diambil Selasa (24/5/2016) (Bayu JA/JIBI/Solopos)WONOGIRI –  Hutan pinus Sewu Kumboro Wonogiri belakangan jadi buruan selfie anak muda. Suasana hutan dan pemandangan hutan pinus Wonogiri ini menjadi primadona.

 Jika hanya untuk mendapatkan selfie yang cetar, tak perlu datang ke Australia yang dikenal memiliki lokasi hutan pinus indah di dunia. Anda tak perlu mengeluarkan bujet tinggi hanya untuk menikmati pinus-pinus menjulang tinggi di Coastal Cypress Pine Forest, New South Wales Australia dan menikmati 3.800 hektare hutan pinus di Belango State ForestNew South Wales.
Alam Pinus Sewu Kumboro, terletak sekitar 500 meter dari permukiman warga, di Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut masuk kawasan hutan lindung bagian hutan (BH) Lawu Selatan.
Dari permukiman warga, lokasi tersebut dapat ditempuh dengan sepeda motor sampai perbatasan hutan. Namun setelah memasuki kawasan hutan lindung, sepeda motor tidak dapat masuk. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki, melalui jalur tanah setapak. Jalur tersebut tidak begitu terjal.
Setelah berjalan sekitar 300 meter, jajaran pohon pinus mulai berjajar di antara jalur setapak. Lebatnya pohon pinus menjadikan sinar matahari tidak banyak menembus permukaan hutan.
Sejak dua bulan terakhir, warga setempat mulai menata Alam Pinus Sewu Kumboro seluas sekitar 200 hektare. Menampilkan pemandangan alam hutan pinus, lokasi tersebut digadang-gadang menjadi lokasi wisata andalan di Jatipurno.Suasana di tengah hutan cukup sejuk dan sunyi, hanya terdengar sayup-sayup gemuruh air terjun Kali Kotak yang lokasinya tak jauh dari tempat itu. Sayang belum ada akses jalan yang memadahi untuk sampai ke air terjun itu.
Pengembangan
Untuk menambah daya tarik, ke depan direncanakan menara pandang yang dapat digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan alam dari ketinggian.
“Lokasi menara pandang nanti ada di Nongkorembel, tidak jauh dari sini. Kemudian kami juga akan mengembangkan kebun apel dan stroberi,” kata Kepala Desa Jeporo, Kiyato, Selasa (24/5/2016).
Pemandangan alam disajikan di kawasan Pinus Sewu Kumboro, Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut mulai ditata untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Foto diambil Selasa (24/5/2016) (Bayu JA/JIBI/Solopos)
Pemandangan alam disajikan di kawasan Pinus Sewu Kumboro, Girirejo, Jeporo, Jatipurno. Lokasi tersebut mulai ditata untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Foto diambil Selasa (24/5/2016) (Bayu JA/JIBI/Solopos)
Di sisi lain warga sekitar tengah bergotong-royong menata infrastruktur jalan menuju lokasi Alam Pinus Sewu Kumboro. Pada Selasa pagi, puluhan warga juga terlihat melakukan kerja bakti mengecor jalan menuju lokasi objek wisata baru tersebut.
Sepanjang 238 meter jalan mulai dikeraskan menggunakan alokasi dana desa. “Tahun ini dikerjakan dengan alokasi dana desa Rp50 juta,” kata dia.
Pengembangan potensi wisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga. “Ketika wisata ingin berkembang, tentunya perlu fasilitas pendukung. Entah itu kuliner, fasilitas penginapan dan sebagainya,” kata dia.
Meski baru tahap penataan, lokasi tersebut sudah sering didatangi pengunjung. Biasanya pengunjung yang sebagian dari kalangan remaja berdatangan pada hari libur.
“Mereka hanya dikenakan uang parkir. Sebab kendaraan tidak dapat masuk dan harus ditinggal di pos masuk. Selama ini dari Karangtaruna yang berperan mengelola parkir itu,” kata salah satu warga, Kiki Susanto.

Senin, 23 Mei 2016

Bantuan Bagi 10.639 Siswa SD Di Wonogiri Belum Cair

Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (kemdiknas.go.id)
WONOGIRI–Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat untuk tahun ajaran 2015/2016 bagi 10.639 siswa sekolah dasar (SD) hingga sekarang belum cair.
Kasi Kurikulum dan Pengembangan Mutu TK dan SD Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, Agus Sugiarto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (20/5/2016), menyampaikan sasaran bantuan PIP 2015/2016 di Wonogiri tercatat ada sebanyak 55.668 siswa SD. Mereka merupakan siswa dari keluarga kurang mampu. Alokasi untuk setiap siswa kelas VI senilai Rp225.000/tahun dan kelas I-V senilai Rp450.000/tahun.
Namun, berdasar informasi dari website Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPN2K), bantuan PIP yang sebelumnya bernama bantuan siswa miskin (BSM) bagi siswa SD sama, yakni Rp225.000/semester atau Rp450.000/tahun. Sebanyak 45.029 siswa sudah menerima bantuan melalui rekening BRI. Sedangkan, bantuan PIP untuk 10.639 siswa lainnya hingga sekarang belum cair.
“Kami tidak tahu persis mengapa [hingga akhir tahun ajaran] masih ada bantuan PIP yang belum cair, karena ini program pemerintah pusat. Tapi kemungkinan besar saat ini sedang proses pencairan,” kata Agus.
Dia melanjutkan jumlah sasaran bantuan PIP di Wonogiri lebih dari separuh total siswa. Disdik mencatat siswa SD sejumlah 80.000-an siswa. Kendati demikian menurut Agus bukan berarti siswa SD di Wonogiri banyak yang miskin. Sebab, dalam perkembangannya bantuan PIP juga mengaver siswa yatim piatu.
“Bisa jadi anak yatim piatu dirawat saudaranya yang mampu,” imbuh Agus.
Jumlah sasaran bantuan PIP bagi siswa SD di Wonogiri naik lebih dari 15.000 siswa. Pada tahun ajaran sebelumnya sasarannya sebanyak 40.000-an siswa. Menurut Agus peningkatan terjadi lantaran pemerintah pusat menambah kuota sasaran di daerah-daerah. Dia mengklaim bantuan PIP yang diterima siswa tidak dipotong, karena langsung dicairkan di rekening masing-masing orang tua atau wali siswa.
Agus menjelaskan nama-nama siswa calon penerima diusulkan pihak sekolah dengan mengikuti ketentuan. Siswa yang diusulkan harus benar-benar dari keluarga kurang mampu dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pemerintah desa. Usulan dari sekolah-sekolah lalu dikirimkan ke pemerintah pusat melalui Disdik. Persetujuan pemerintah dituangkan dalam surat keputusan (SK) yang didalamnya memuat nama-nama siswa.
“Pemkab [Pemerintah Kabupaten] Wonogiri juga menyokong BSM untuk mengaver siswa yang tidak diusulkan sebagai sasaran PIP. Tahun ajaran 2015/2016 ada 1.788 siswa yang mendapat BSM. Nilainya Rp250.000/siswa/tahun. Anggaran dari APBD 2016. Bantuan akan cair setelah PPDB [penerimaan peserta didik baru],” papar Agus.
Kabid TK dan SD Disdik Wonogiri, Suwanto, menambahkan anggaran BSM tahun depan akan diusulkan naik, agar bisa mengaver siswa lebih banyak lagi.

Duh, Masih Ada 193 Desa/Kelurahan Jorok

Hasil gambar untuk desa jorokWONOGIRI–Sebanyak 193 desa/kelurahan di Wonogiri masih menyandang status jorok. Status tersebut diberikan karena di daerah-daerah tersebut masih banyak masyarakat yang buang air besar sembarangan.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Supriyo Heriyanto, mengatakan hal tersebut menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri yang telah menginjak usia ke-275 tahun. Dia mengatakan secara keseluruhan, terdapat 294 desa/kelurahan di Wonogiri.
“Sebanyak 66 persennya statusnya masih jorok,” kata dia kepada Solopos.com, Senin (23/5/2016). Dia mengatakan berdasarkan Peraturan Bupati Wonogiri No. 12/2015 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), desa/kelurahan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu desa/kelurahan bersih, desa/kelurahan cukup bersih dan desa/kelurahan jorok.
Dia mengatakan hingga saat ini belum ada desa/kelurahan di Wonogiri yang meraih status desa bersih. “Namun sudah ada dua kecamatan yang berproses menuju desa bersih, di antaranya adalah Kecamatan Puhpelem dan Wuryantoro. Kedua kecamatan tersebut wilayahnya sudah 100 persen menanggalkan status desa/kelurahan jorok. Sedangkan kecamatan yang berpotensi menyusul dua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Giritontro dan  Ngadirojo,” kata dia.
Lima Kecamatan dengan proporsi desa jorok terbanyak  adalah Kecamatan Baturetno, Jatipurno, Bulukerto, Paranggupito, dan Sidoharjo. “Sesuai maklumat PBB bahwa pemenuhan sanitasi dasar layak adalah hak asasi dan adanya target pencapaian Universal Access (UA) dan Sustainability Development Goals (SDGs) maka Pemerintah Kabupaten Wonogiri perlu melakukan percepatan dalam mengeliminasi desa dengan status jorok,” kata dia.
Supriyo mengatakan hasil beberapa penelitian, kondisi sanitasi lingkungan dapat mempengaruhi status gizi seseorang terutama balita.
Camat Giritontro, Joko Waluyo, mengatakan saat ini pihaknya terus mengimbau masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Kami terus mengimbau agar masyarakat tidak membuang air besar sembarangan. Kami juga mengimbau agar dana desa yang diperoleh dapat disalurkan untuk bantuan jamban ke masyarakat,” kata dia.

Sabtu, 21 Mei 2016

Seni Reog Singo Manggolo Mudho Terus Mengukir Prestasi

foto: TarmujiWonogiri – Soal kiprahnya di pentas seni reog, tim reog asal Wonogiri ini sudah tidak diragukan lagi. Ya, tim kesenian reog Singo Manggolo Mudho SMKN 2 Wonogiri beberapa kali menjadi juara nasional.
Adegan demi adegan menggambarkan kisah kegigihan dan semangat juang tinggi, bertanding melawan musuh yakni Prabu Dadak Merak. Dibantu dengan beberapa prajurit berkuda dengan sebutan Jathil dan patih bertopeng Bujang Ganong. Selain itu ada pasukan berkostum hitam yang disebut Warok.
Setiap adegan menggambarkan peperangan, prajurit dan Warok menggunakan teknik, trik dan kekuatan. Dimana Prabu Dadak Merak bentrok dengan Prabu Klono Sewandono yang memiliki pecut sakti berjuluk Samandiman. Dalam perang hebat itu, akhirnya Prabu Dadak Merak kalah dan menjadi barisan Risang Klono Sewandono.
“Pertunjukan seni reog Singo Manggolo Mudho, dengan penggarapan dan kemasan spektakuler berbeda dengan reyogan khas Ponorogo. Baik instrumen, musiknya, dan olah tarinya betul- betul digarap dengan penuh atraktif,” tutur Kepala Sekolah SMKN 2 Wonogiri, Riyanto, Sabtu (21/5).
Tim Reog Singo Manggolo Mudho terbukti mampu membuktikan eksistensi dan prestasinya baik tingkat lokal, propinsi dan nasional. Pada tahun 2013 tim ini menyabet juara pertama piala presiden Grebeg Suro Nasional ke XX di Kabupaten Ponorogo Jatim, sekaligus juara pertama Grebeg Suro Festival Reog Nasional.
Setahun kemudian di ajang yang sama yakni Grebeg Suro Festival Reog Nasional ke XXI 2014 Kabupaten Ponorogo, tim ini membawa pulang juara kedua.
Kemudian di tahun 2015, tim ini mengukuhkan dirinya sebagai juara ketiga, di ajang Grebeg Suro Festival Reog Nasional ke XXII di Ponorogo. Selanjutnya, dalam even di Surakarta, grup ini keluar sebagai juara III grup penampil unggulan terbaik Semarak Singo Barong Nasional III dan juara III kategori remaja pembarong unggulan terbaik Semarak Singo Barong Nasional ke III di Surakarta.

WOW..Mesin Tepat Guna Karya Siswa SMKN 2 Wonogiri Dilirik Bupati

dok.timlo.net/tarmujiWonogiri — Mesin tepat guna hasil karya siswa SMKN 2 Wonogiri dilirik Pemkab Wonogiri. Bahkan Pemkab pun siap menggelontorkan dana dari APBD untuk pembuatan mesin tepat guna secara massal.
“Ketika melihat hasil karya siswa SMKN 2 ini, saya berfikir, jika karya mereka layak disandingkan dengan program pemerintah, khususnya di bidang pertanian,” ucap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Sabtu (21/5).
Dicontohkan, mesin perontok jagung dan padi  yang harganya menurut dia sangat terjangkau, terlebih oleh APBD Wonogiri. Apabila diperuntukkan petani, manfaatnya dapat menekan biaya produksi sehingga hasil panen mereka lebih bagus.
“Kalau sekolah kekurangan anggaran dalam pembuatan mesin tepat guna ini, kemungkinan kita akan bantu melalui APBD,” katanya.
Gayung pun bersambut,tawaran kerjasama dari Bupati pun ditanggapi serius. Bahkan SMKN 2 siap mendukung program pemerintah dibidang pertanian khususnya mesin tepat guna.
“Untuk pembuatan satu unit mesin perontok padi dan jagung ini membutuhkan biaya sekitar Rp 20 juta – Rp 30 juta, ya memang agak mahal, tapi soal keamanan sangat diutamakan,” ungkap Kepala SMKN 2 Wonogiri, Riyanto.
Dia mengaku, dalam pembuatan mesin tepat guna ada beberapa kendala. Yakni soal pendanaan. Biaya yang tinggi menjadi salah satu alasannya. Meski begitu dirinya pun siap menerima tawaran bupati tentang kerjasama tersebut.
“Yang jelas kami siap mendampingi program bupati. Tapi asal dalam pembuatan mesin tepat guna secara massal ini didanai Pemkab,” tandasnya.

Kamis, 19 Mei 2016

Menolak Hubungan Intim, Wanita PNS Dianiaya

tersangka 1
SELOGIRI-Diduga tidak patuh melayani kebutuhan bathin suaminya, seorang wanita pegawai negeri sipil (PNS) dianiaya.
Wanita tersebut berinisial SA (33Th) pegawai Dishubkominfo Kabupaten Wonogiri. Alamat Perum Citra Alam Indah RT 01/09 Kaliancar Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Suaminya berinisial WPS alias Tm (38Th) alamat sama dengan SA. Karena keduanya adalah suami istri. Karen tidak terima, lalu SA melaporkan kejadian itu ke polisi.
Laporan kasus itu telah diterima Polsek Selogiri dan diteruskan ke Mapolres Wonogiri. Penganiayaan itu diatur dalam Pasal 44 ayat 4 UU No. 23 tahun 2004 tentang KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga).
Saksi Sukiman (57th) PNS Dishubkominfo Kabupaten Wonogiri, alamat sama dengan pelapor. Theresia Asih Pertanegara 03/04 Kel. Ngempon, Kec. Bergas Kabupaten. Semarang.
Ceritanya, Selasa (17/5/16) sekira pukul 20.30 Wib suaminya mengajak istrinya berhubungan badan. Namun istrinya menolak. Malah asik memegangi HP.
Mendapat respon negatif dari istrinya, suaminya emosi. Spontan mengambil pisau. Lalu mendorong dan mencengkram leher korban dengan tangan kiri. Tangan kanannya memegang pisau sambil diacungkan ke arah korban.
Beruntung peristiwa itu diketahui anaknya. “Ayah ayah jangan” teriak anaknya. Sehingga tidak terjadi hal lebih parah. Istrinya kemudian pergi ke rumah tetangganya. Lalu lapor polisi.
Suaminya diamankan dan dilimpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Wonogiri.
“Dugaan sementara sudah 6 bulàn lebih istrinya tidak pernah melayani suaminya,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Ronald Rumador SIK melalui Kasubag Humas AKP Gunawan SH. (N420)

Raskin Diganti Voucher Pangan, Ini Harapan Pemkab Wonogiri


dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Pembagian Raskin (dok.timlo.net/red)
Wonogiri — Wacana penggantian beras untuk warga miskin (Raskin) menjadi voucher pangan masih menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat. Namun begitu, Pemkab Wonogiri berharap mengenai sasaran penerima bantuan harus dilakukan pendataan ulang yang terinci.
“Untuk voucher pangan ini kami belum dapat pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat,” ungkap Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono,Kamis(19/5).
Menurutnya, voucher pangan tersebut baru sebatas wacana, namun soal alternatif pengganti Raskin masih dalam tahapan koordinasi. Diakui, tahun 2015 lalu pihaknya pun ada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai evaluasi panyaluran Raskin.
Dia pun menyebut, karena dengan adanya Raskin ini  muncul persoalan baru. Misalnya data penerima Raskin tidak tepat sasaran.
“Yang seharusnya dapat jatah Raskin tapi tidak menerima, dan sebagainya,” ujarnya.
Menanggapi persoalan tersebut yang kerap muncul di daerah, tidak hanya di Wonogiri, Bappenas memunculkan solusi alternatif terkait Raskin.
“Ya kemungkinan Raskin dihapus dan bisa saja diganti dengan voucher pangan itu,” katanya.
Hanya saja, jika Raskin dihapus dan digantikan dengan voucher pangan, Suwartono berharap ada pendataan yang valid dan terinci.
“Saya  telah mengimbau pemerintah desa/kelurahan untuk menyiapkan data akurat warga miskin di wilayahnya. Hal itu dibutuhkan ketika ada program-program bantuan masyarakat dari pemerintah, sehingga bantuan dapat lebih tepat sasaran,” tandasnya.

via http://www.timlo.net/

Rabu, 18 Mei 2016

Wonogiri Mulai Digeber Program Kartu Tani

dok.timlo.net/tarmujiWonogiri — Setelah rampung di Kabupaten Batang, kini giliran Wonogiri digeber program Kartu Tani. Pendataan program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini diharapkan rampung bulan Mei ini.
“Kartu ini  berfungsi sebagai alat penebus pupuk bersubsidi bagi petani. Yang ke depannya dapat digunakan sebagai alat multifungsi,” ungkap Kepala Bakorluh Jateng Sugeng Riyanto melalui Pelaksana Teknis Kegiatan Bakorluh Jateng, Dani Harun, Selasa(18/5).
Selain mempermudah pembelian pupuk bersubsidi,dengan adanya kartu tani,jumlah petani secara riil di Wonogiri terdata dengan jelas. Dan bahkan menutup celah penyimpangan, karena setiap ada penyimpangan akan terdekteksi.Kartu ini menurutnya efektif berlaku pada 2017 mendatang.
“Karena nanti petani hanya tinggal menggesek pada alat yang sudah disiapkan di pengecer,namanya Edisi Elektronik Capture, akan muncul data kuota kebutuhan pupuk petani selama setahun. Pengadaaan kartu ini kerjasama dengan BRI,” jelasnya.
Disebutkan, petani selama sosialisasi digelar, mereka mangaku ribet dengan penggunaan kartu tani ini. Lantaran bentuk fisiknya menyerupai ATM, yang pastinya mereka harus memiliki rekening di bank.
“Padahal kartu ini fleksibel, yang tak punya rekening pun, petani bisa beli pupuk. Nanti kan dia akan dapat print outnya dari mesin itu tadi, kemudian dia bayar sesuai kebutuhan dan menambah biaya Rp 1.000, untuk biaya transfer pembayaran ke bank. Apalagi yang sudah punya saldo di bank itu, lebih mudah lagi,” terangnya.
Sedang syarat petani dapat memiliki kartu ini pun cukup mudah. Di antaranya, petani harus menjadi anggota kelompok tani, punya lahan garapan dengan menunjukkan bukti berupa surat pemberitahuan pajak terhutang(SPPT) dan KTP. Dengan kartu ini pula, pemerintah dapat mengetahui, mana petani kaya, mana petani gurem.
“Jadi kartu ini mengkaver semua lapisan petani, mulai dari petani pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan,” katanya.
Pihaknya pun mengakui jika di dalam pendataan, di Wonogiri muncul fenomena, salah satunya minimnya jumlah penyuluh PNS dibandingkan luas lahan pertanian. Yakni 98 personel PNS yang mengkaver 25 kecamatan 259 desa/ kelurahan.
“Hebatnya di Wonogiri, dalam pendataan ini memberdayakan penyuluh dari para petani,” tandasnya.
Penyuluh lapangan Kecamatan Wonogiri Kota, Bambang N mengatakan, selama sosialisasi kartu tani dilakukan, ada beberapa kendala yang terjadi, kesulitan pada saat petani dimintai KTP.
“Mereka mengaku direpotkan dengan pendataan ini, apalagi kebiasaan mereka selama ini kan, ada pupuk lalu dibayar.Jadi mereka beranggapan dengan kartu tani ini malah menyusahkan petani,” tandasnya.

Selasa, 17 Mei 2016

WOW Indahnya Puncak Extreem Gunung Besek di Kismantoro

puncak besek2

WONOGIRI- Tempat selfie terbaru yang satu ini, bisa jadi merupakan lokasi wisata paling berbahaya di  Wonogiri.  Namanya Puncak Gunung Besek, terletak di Desa Plosorejo, berbatasan denga Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.  Puncak ekstrem Gunung Besek, belakangan semakin ramai dikunjungi wisatawan,terutama kaum remaja, lantaran dianggap sebagai lokasi penuh tantangan yang harus ditakhlukkan.
puncak besek6Memang, keindahan alam bebatuan bertumpuk-tumpuk di puncak gunung berketinggian sekitar 850  MDPL  tersebut, sungguh luar biasa.  Disamping udaranya sejuk segar, suasana di Puncak Gunung Besek serasa begitu dekat dengan gumpalan awan.  Tidak mengherankan jika akhir-akhir ini, semakin banyak remaja yang rela menapak bebatuan di bibir jurang berkedalaman lima puluhan meter itu, hanya untuk berekspresi lewat foto selfie.
puncak besekBukan hanya wisatawan lokal. fenomena narsis demam selfie di Puncak Gunung Besek, juga melanda remaja dari luar wilayah Wonogiri.  Sayangnya, antusiasme para remaja mengejar sensasi lewat foto selfie, seringkali tak mempedulikan resiko bahaya.  meski sebagian remaja mengaku takut saat menuju lokasi, mereka memaksakan diri untuk bisa sampai di puncak gunung tersebut.
“Kalau perjalannya lumayan menakutkan mas, tetapi begitu sampai diatas sangat puas dan seperti enggan turun lagi,” ungkap Vira dan Febriana, Mahasiswi asal Solo yang sedang berkunjung ke Puncak Gunung Besek bersama kawan-kawannya.
“Kalau saya kuat, karena sudah terbiasa ke sini mas,” timpal Godo Prakosa, remaja pria asal Purwantoro.
puncak besek4Lokasi wisata Puncak Gunung Besek, sangat mudah dijangkau wisatawan. Tempat penitipan kendaraan di rumah warga desa-pun sangat dekat dengan lokasi.  Dari jantung kota Wonogiri, arah menuju lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, selama kurang lebih dua jam perjalanan. Tetapi mendekati kawasan puncak, para pengendara harus ekstra hati-hati, karena infrastruktur jalan kawasan desa dan hutan menuju lokasi tersebut, masih belum begitu memadai.  Setelah berjalan mendaki tak lebih dari sepuluh menit, pengunjung akan sampai di puncak bebatuan gunung besek, dengan pemandangan yang indah luar biasa.
puncak besek5Memang, semilir angin dan panorama indah di Puncak Gunung Besek, punya daya tarik luar biasa bagi siapa saja untuk mengunjunginya. Tidak heran jika di lokasi wisata yang baru ditemukan tersebut, sekarang ramai dikunjungi iwatawan dari luar Wonogiri, hanya untuk berekspresi lewat foto selfie.
“Setiap hari ada lima puluh hingga enampuluh orang berkunjung ke lokasi ini,” ujar Sariyo, warga Desa yang biasa ditempati parkir kendaraan.
Tetapi dengan peningkatan jumlah pengunjung, wisatawan harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Terlebih jika akan berfoto selfie. Karena lokasi tersebut, terhitung  sangat berbahaya terutama bagi pengunjung yang takut akan ketinggian.